Kemaren sempet rame tentang dofollow dan nofollow link ya? Paling gak dari orang-orang yang gue kenal sih ya. Trus buat yang ngeblog di WordPress, ada yang penasaran gak gimana sih make link nofollow?

Atau malah ada yang setelah baca pembukaan postingan gue ini malah mikir: “Apaan sih link follow dan dofollow ini? Aku gak ngerti deh ini!”

Perbedaan link dofollow dan nofollow

link-nofollow-di-wordpress

Link nofollow di WordPress

Buat yang sudah lama ngeblog atau yang sudah pernah baca Google Guidelines mungkin sudah paham perbedaan antara link dofollow dan link nofollow.

Secara singkatnya link dofollow ini kayak kasih tahu Google bot buat ngikutin dan ngecrawl lebih lanjut suatu link ketika melakukan crawling di blog kita. Google bot kemudian akan memasukkan link (yang bersifat dofollow) itu sebagai referensi yang kita rujuk dan meningkatkan kredibilitas dan ranking alamat yang dituju oleh link (semoga gak bingung ama bahasa gue). Efeknya? waktu orang nyari di Google dengan keyword yang kita pakai untuk mengarahkan ke suatu link itu, website yang linknya kita pasang akan muncul dengan peringkat lebih baik dan bisa jadi di halaman pertama Google.

Efek muncul di halaman pertama Google? Traffic akan lebih rame. Yep, ini adalah salah satu teknik SEO. Perbanyak backlink ke website kita. Semakin banyak link masuk, semakin tinggilah peringkat di search engine result page.

Secara default kalo kita pasang link di postingan blog, sifatnya dofollow semua. Sewaktu kita pasang link di postingan blog, bisa diartikan kita bilang ke crawlernya mesin pencari kalau link yang kita pasang memang bermanfaat dan kudu di crawl. Jadi pas kita share tentang ASI misalnya,  trus kita kasih link untuk referensi, berarti kita bilang ke Google kalo link yang kita pasang itu cukup berharga buat dicrawl karena berisi informasi yang kita jadikan referensi tentang ASI dan menambah peringkat website yang linknya kita pasang itu.

Nah kalo misalkan kita gak pengen Google buat crawl link itu, kita bisa pasang atribut nofollow di postingan kita. Dengan pasang atribut nofollow, kita bilang ke robot mesing pencari kalo gak usah diikutin linknya dan ujungnya gak akan ngebantu naikin peringkat website yang linknya kita pasang itu. Dan inilah yang diharapkan Google dari link-link postingan berbayar (ntar gue balik ke sini lagi).

Penggunaan link nofollow di WordPress

Kalo yang ngeblog di blogspot akan bisa melakukan ini dengan mudah karena pilihan sudah ada ketika kita akan menambahkan link seperti gambar di bawah ini:

nofollow di blogspot

nofollow di blogspot cukup berbeda dengan link nofollow di WordPress

Tinggal kita centang pilihan rel=nofollow maka link yang dipasang di postingan bakalan langsung jadi nofollow. Butuh langkah yang sedikit lebih panjang buat bikin link nofollow di WordPress karena tidak ada pilihan nofollow ketika kita insert link di sini.

Insert Link di WordPress

tidak ada pilihan link nofollow di WordPress insert link option

Ketiadaan pilihan nofollow ini sama sekali gak mengurangi kecintaan gue akan WordPress (Baca juga postingan alasan kenapa pilih WordPress). CMS andelan gue ini nyediain window post editor WYSIWYG yang ciamik banget yang bisa bikin kita fokus pada konten dan gak perlu mikirin tampilan nantinya gimana karena yang diketik ya itulah nanti yang tampil. Nah buat nambahin atribut link nofollow di WordPress cukup sederhana. Selain window WYSIWYG tadi, juga ada satu window lagi yang mungkin jarang kita sentuh. Code editor yang memungkinkan buat kita get down and dirty berkutat sama kode-kode html dari postingan kita. Penggunaan link nofollow di WordPress pun harus menggunakan code editor ini.

Lihat pojok kanan atas di window postingan.

Pilihan mode editor

Dua macam pilihan mode editor

Di bagian Visual, link akan tampil sebagaimana akan terlihat waktu blog kita dibaca oleh pembaca blog. Untuk penggunaan link nofollow di WordPress, tinggal pilih window text dan edit link jadi seperti berikut:

Penggunaan link nofollow di WordPress

Penggunaan link nofollow di WordPress

Pusing ngelihatnya? Okedeh, gini stepnya buat nambahin link nofollow di WordPress:

(1) Cari link yang mau kita edit. Kalo gue sih biasanya di text editor akan cari pake fasilitas ctrl + f (Windows) atau command + f (Mac) anchor text yang gue pasangin link. Kalo contoh di atas text yang gue kasih link kan Tips Komen di Blog.

(2) Struktur link secara umum mestinya kayak gini:

<a href=”http://alamatblog.com/alamat-postingan-yang-dituju”>anchor text tempat link berada</a>

kalo di contoh gambar yang gw pasang ada target=”_blank” bertujuan untuk membukan window baru ketika link diklik. Kalo gak ada atribut ini, sewaktu link diklik, halaman tujuan akan langsung membuka di halaman yang sama.

(3) Tambahkan atribut rel=”nofollow” untuk penggunaan link nofollow di WordPress setelah href atau di manapun dalam atribut link yang dimasukkan. Kalo pake contoh yang sama dengan di nomor dua, bakalan jadi kayak gini:

<a href=”http://alamatblog.com/alamat-postingan-yang-dituju” rel=”nofollow”>anchor text tempat link berada</a>

kalo misalkan ada atribut lain ya bakalan jadi lebih panjang kode di dalam atribut link, tapi pake contoh di atas sudah cukup kok, udah aman! 😀

Sederhana kan? (Baca juga mengenal tampilan WordPress)

Postingan Berbayar dan Atribut Link nofollow di WordPress

Seperti gw bilang di awal, mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya adalah salah satu teknik SEO untuk bisa meningkatkan posisi blog/website di halaman pencarian Google. Semakin banyak backlink yang masuk, semakin tinggilah peringkat yang ujungnya website yang mendapatkan linkback itu memiliki kesempatan lebih besar muncul di halaman pertama Google. Sudah tahu kan efeknya muncul di halaman pertama Google?

Dengan muncul di halaman pertama Google, kunjungan ke website akan jadi jauh lebih tinggi karena orang gak akan repot-repot buka halaman kedua dan seterusnya kalo yang mereka cari ada di halaman pertama.

Karena itulah website komunitas kasih banner yang berupa script yang di dalamnya berisi kode untuk back linking ke website komunitas itu. Semakin banyak yang pasang banner, semakin banyak back link masuk yang ujungnya nilai-nilai peringkat naik. Pun website para brands yang menawarkan kerjasama pemasangan link.

Kerjasama Brand Nawarin Link Hidup

Kerjasama Brand Nawarin Link Hidup

Yep, karena itu jugalah banyak brand menawarkan kerjasama ke blogger untuk memasang link di sebuah postingan dengan syarat linknya adalah link hidup dan harus dipasang selamanya (sounds familiar?). Beberapa bahkan menyaratkan postingan tersebut harus softselling dan gak boleh terkesan jualan banget dan gak boleh menyiratkan sebuah postingan berbayar.

Bayarannya? Beberapa ratus ribu rupiah yang sudah membuat banyak blogger cukup senang karena sudah bisa dipakai buat bayar domain dan hostingan selama setahun. Gue pun (dulu) juga termasuk blogger yang ini.

Dua tahunan apa tiga tahunan lalu, gue mulai baca-baca tentang Google Policy tadi dan beberapa postingan temen-temen blog yang ngerasa ngebohongin hati nurani kalo misalkan mereka gak sebut postingannya adalah postingan berbayar dan kasih link hidup di postingan itu. Temen blog ini ngerasa bertanggung jawab kalo hasil pencarian orang-orang akan keyword tertentu mengarah ke postingannya dia yang ternyata berbayar atau buat lomba (dadah-dadah ke Kang Rawins).

Sebegitu pentingnya atribut nofollow dan dofollow (dengan kata lain link hidup dan link mati) sampe-sampe brand pun menuntut banyak syarat dan ketentuan tentang penempatan link hidup yang mengarah ke website mereka.

Mungkin karena melihat gejala yang mungkin kurang sehat karena semakin banyak link-link hidup yang mengarah ke brand-brand tertentu, Google akhirnya bikin rilis resmi lagi ngingetin soal ini.

Link hidup dari (banyak) blog ke sebuah brand berpotensi (dan mungkin memang) menyebabkan misleading di hasil pencarian. Orang yang nyari susu sehat misalkan, instead of dateng ke website dengan referensi tentang susu sehat, malah akhirnya mendapatkan website sebuah toko online yang mungkin saja bahkan menjual susu yang tersedia di banyak toko lain (dan gak sehat-sehat amat) karena banyak link yang dipasang mengarah ke sana. Jadi ya, orang yang nyari juga gak mendapatkan apa yang dia cari. Google pun ngelihat hal ini dan akhirnya mengeluarkan rilis resmi. Gak tahu deh, kayaknya juga ngingetin brand yang memakai teknik link berbayar ini buat bisa mengambil corrective action juga. Ada yang tahu informasinya gak?

Gue sendiri sudah beberapa kali nyoba ngingetin temen-temen tentang ini dan tentang link nofollow di WordPress maupun di blogspot. Tentang betapa mahalnya link hidup yang dipasang di blog kita. Tapi karena yang gue lakukan memang anti mainstream dan akhirnya bikin gue gak dapet banyak postingan berbayar, ya gue dianggep aneh. Udahlah gak terkenal anaknya, trus ngajakin sesuatu yang bikin dijauhin brand. Ngapain ribet amat sih Dan, wong kita dibayar ini juga. Sampe kemudia rame lagi kemaren tentang hal ini. 😀 Etapi semua balik lagi ke tujuan ngeblog masing-masing sih ya.. 😀

Next time gue bahas tentang policy yang gue pake deh untuk terima postingan berbayar 😀 Buat sekarang cukup dengan penggunaan link nofollow di WordPress (yang gw gak nyangka jadi sepanjang ini :P)

34 Response Comments

  • Gara17/03/2016 at 8:58 am

    Yang namanya link, meski cuma satu, sangat sangat berharga ya Mas, makanya kita sebagai blogger tidak boleh asal menebar link di postingan kita, apalagi untuk link hidup (berbayar) yang tujuan link-nya sebetulnya tidak penting-penting amat :haha. Ini jadi pengingat buat saya juga sih, supaya kalau kasih link hidup itu yang memang referensi bagi apa yang sedang saya tulis. Bisa jadi semacam kroscek sumber juga bagi pembaca :)).

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan22/03/2016 at 3:28 am

      kok jawaban gw tempo hari gak masuk ya Gar? :'((
      Btw eniwei busway, bener banget Gar, link hidup itu memang mahal dan link hidup yang gw kasih biasanya memang cuma terkait sama referensi yang memang gw rasa penting. Jadi ya gapapa deh sepi order asalkan isi postingan gw bisa bermanfaat 😀

      Balas
  • monda17/03/2016 at 2:51 pm

    nah iya, gara2 kata nofollow aja bisa jadi poting panjang…
    salut sama kemampuanmu ini Dani, ajarin dong…beneran…lho

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan22/03/2016 at 3:29 am

      Ini karena saya memang yang cerewet kayaknya Mbak Monda. Huehehe.. Makanya satu kata nofollow aja bisa panjang. Tapi kalo muter-muter saya minta maaf ya Mbak Monda.
      Waktu bikin postingan saya coba lihat dari beberapa sudut pandang Mbak Monda. Huehehe.. Makasih ya Mbak 🙂

      Balas
  • Deny17/03/2016 at 3:35 pm

    Atau malah ada yang setelah baca pembukaan postingan gue ini malah mikir: “Apaan sih link follow dan dofollow ini? Aku gak ngerti deh ini!” <<— Iki aku banget Dan hahaha. Pernah sih dijelasin secara gamblang disalah satu postingan Ryan apa ya aku lupa. Tapi aku tetep ora mudeng. Dan setelah baca tulisanmu iki, rodhok cerah sitik, meskipun sik tetep ngelu memahaminya hahaha. Tapi terima kasih buanyaakk Dan wes bagi2 ilmu. Inilah kenapa aku suka ngeblog, selalu saja ada hal baru yang bisa didapat. Meskipun butuh waktu buat memahaminya.

    Balas
    • Febriyan19/03/2016 at 3:13 pm

      Wahhh… gak mudeng juga toh ternyata padahal dah pernah dishare. hiksss

      Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan22/03/2016 at 3:30 am

      Sepurane baru dijawab Deeeen. Maturnuwun ya. Alhamdulillaah kalo misalkan memang bisa bermanfaat 🙂

      Balas
  • Safitri Sudarno17/03/2016 at 5:40 pm

    Nah ini emang yang lagi hot dan aku cari2. Makasih Mas Dan, kamu memang humble dan mencerahkan seperti biasa!

    Balas
  • Adelina Tampubolon19/03/2016 at 10:06 am

    kayaknya dipertemuan pertama pas akhir tahun lu pernah ngajarin dech tapi lupa lagi #ampun catatanku kemaren nga tau ditaruh dimana. tapi setidaknya baca tulisan ini jadi megingatkan lagi tahapan nofollow

    Balas
  • Tulisan Blogger Indonesia19/03/2016 at 3:15 pm

    Akhirnya keluar juga deh nih postingan no follow di wordpressnya. Nice post and sharing Mas Dani. Gak usah terlalu banyak dipikirkan sih sebenarnya masalah ini kalau memang tujuan kita ngeblog ya sharing aja. Memang kalau sudah bicara soal beberapa yang mendapatkan uang harus mikirkan ini

    Balas
  • Nana28/03/2016 at 8:08 am

    Mas dan, kemarin rame rame nofol dofol dan reaksiku persis seperti preambule njenengan. Opo kuwi? Setelah baca ini, dari beberapa yg sudah kubaca sebelumnya, aku jadi sedikit mudheng sama nofol dofol. Btw, aku belum follow blog mas dani yg ini kayake, kok ga muncul di wp reader :p

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan18/07/2016 at 12:05 am

      Mbak Nanaaaaa…. Maapkeun ini blog mendadakwpnya ditinggalin sekian lama jadi abru bisa balas.
      Huehehehe… Semoga setelah ini link nofoll dan dofollow bisa dipake dengan bebas sesuai tujuannya ya Mbak. 😀
      Iya nih, saya ga tahu kenapa kok tidak bisa difollow blog ini. Saya sih kalo follow blog pake feedly Mbak Nana. 😀

      Balas
  • firsty06/04/2016 at 9:18 pm

    Akuu nyeraaah…. tetep ngga ngerti apa itu follw n nofollow… Entah kenapa kalau udah ngomong kaya gini otakku nggak nyampe… 😛

    Balas
  • firsty06/04/2016 at 9:18 pm

    Akuu nyeraaah…. tetep ngga ngerti apa itu follw n nofollow… Entah kenapa kalau udah ngomong kaya gini otakku nggak nyampe… 😛

    Balas
  • Cindy07/04/2016 at 3:25 pm

    Ihiiy,akhirnya nemu postingan ini! Membantu banget nih mas Dani.
    Thanks yaaa..

    Balas
  • Christa08/04/2016 at 4:03 pm

    Dikasi tau Ryan supaya mampir kesini.. makasih yaa ini membantu aku bange Dan, jadi paham 😀
    *maklumbloggerasal2an* :)))))

    Balas
  • Widyanti Yuliandari09/07/2016 at 7:44 pm

    TFS
    Akupun mulai aware soal link nofoll ini. Awalnya deg-degan waktu bilang ke agensi, “eh aku cuma mau kasih nofoll yaa”. Tapi, kalau udah rezeki gak akan kemana kok. Biar lambat asal selamat lah. Ha..ha..

    Balas
  • belalang cerewet16/07/2016 at 10:00 am

    Wah, baru tahu Mas dani punya blog llain lagi selain yang domain nama sendiri.
    Saya yang belum pernah dapet job dari brand ya santai aja hehe walaupun jujur ini ilmu banget yang perlu jadi pertimbangan kalau nanti misalkan dapet job. Ga asal sikat gitu ya. Kalau untuk lomba sih, biasanya pas abis lomba, kubuang link-nya, Mas hehe. Terima kasih pencerahannya, baru mudeng soal nofollow. Tapi nofollow ini link-nya kalau diklik masih meluncur ke situs yang diinginkan kan Mas? Hanya tidak di-crawl? Atau gimana? 🙂

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan17/07/2016 at 11:37 pm

      Iya Pak. Blog ini sampingan dari yang danirachmat.com. Huehehehe.
      😀
      Untuk link nofollow benar sekali, tetep akan membimbing ke link tujuan tapi tidak di crawl sama search engine saja. 😀

      Balas
  • Ety Abdoel16/07/2016 at 10:17 am

    Jadi, tinggal nyisipin rel nofollow di link yg kita buat ya..Oke..Oke..jd tahu cara manualnya.
    Tempo hari pasang plugin nofollow karena blm tahu cara manualnya.
    Makasih sharingnya Mas Dani

    Balas
  • Destila Dee29/09/2016 at 6:52 am

    Makasih mas, mencerahkan bgt sharingnya apalagi paragraf2 akhirnya hahaha. Saya masih baru banget dan masih sering bingung soal aturan main JR. Oiya, di wordpress kalau misal bingung cara manual ada plugin-nya sih nanti tombol nofollow ada di bagian atas tab waktu kita mau posting. Tinggal dipilih hyperlinknya trus dklik tombol nofollownya. Kalau aku kemarin pake pluginnya namanya NoFollow Link.

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan02/01/2017 at 8:48 pm

      Wah maaf ya Mbak Dee baru dibalas blognya. Iya bener kok bisa pakai plugin, cuman ini saya share manualnya biar nantinya tanpa plugin pun bisa 🙂

      Balas

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like