Dulu gue sudah pengeeen banget jualan blog, bahkan sebelum memahami statistik blog wordpress! A rookie mistake yang mestinya gak perlu terjadi kan yes? Secara memahami statistiknya WordPress itu gampang banget.

Sebagai salah satu CMS dengan pengguna terbanyak, WordPress bahkan sudah kasih statistik buat setiap blognya lumayan lengkap. Jadi penggunanya sebenernya gak perlu pindah-pindah tempat lagi kalo mau mulai mengumpulkan data statistik blog yang dikelolanya.

Lengkapnya statistik yang disajikan WordPress ini jadi salah satu alasan kenapa lebih mending ngeblog di WordPress.

Tentang statistik blog di WordPress ini bisa dilihat penjelasan video singkatnya di channel gue (jangan lupa subscribe ya Kakaaaak):

Nah kalo sudah lihat videonya dan masih bingung, yukmari baca postingan ini sampe selese 😀

Memahami Statistik Blog WordPress

Kenapa sih Harus Paham Statistik Blog WordPress Kita?

Ya karena itu blog kita sendiri lah. Kalo kita gak punya blog ya gak perlu paham statistiknya. *trus gue dirajam berjamaah.

Gak lah bro… Memahami statistik blog itu kan salah satu hal paling mendasar yang perlu kita lakukan bahkan sebelum kita mau jualan lewat blog kan. Bahkan jauh lebih mendasar dari link dofollow dan nofollow yang mesti kita terapkan pas nerima kerjasama dan postingan berbayar dari brand di blog.

Gak lucu kan kalo misalkan ada brand mau ngajakin kerjasama trus nanya, berapa banyak orang yang dateng ke blog? trus kitanya jawab 1.000 orang berdasarkan views yang kita lihat padahalan yang dateng cuma 500an orang meskipun bener viewsnya 1.000/hari. Kesalahan karena kurang paham kalo blognya punya views/visitor 2.0x. 😀

Malu kan masbro pas datanya dilihat sama brandnya dan berujung gak jadi kerjasama yes?

Melihat Statistik di Self Hosted Blog dan di WordPress.com

Memahami Statistik Blog WordPress

Memahami Statistik Blog WordPress

Buat yang ngeblog di WordPress.com meskipun sudah TLD, cara lihat statistiknya tetep kayak sebelum TLD. Jadi tinggal buka stats di menu Dashboardnya. Agak berbeda dengan yang ngeblog di self hosted blognya WordPress.

Buat yang ngeblog di self hostednya WordPress, harus install plugin Jetpack dulu dan disambungkan dengan account WordPress.comnya. Kayak gue yang harus menyambungkan danirachmat.com dengan danirachmat.wordpress.com. Bingung? Hehehe 😀

Baca dulu artikel di blog danirachmat.com sebelum gue mulai blog mendadakwp.com ini tentang perbedaan blog self hosted dengan blog yang masih hostignya di WordPress.com.

Karena blog yang self hostednya WordPress sudah gak lagi di bawah kelolaan WordPress.com, jadi kita sebagai pemilik blog harus install sendiri plugin Jetpack yang dibuat sama orang-orang WordPress biar statistik kayak waktu di blog gratisan masih jalan.

Untuk blog self hosted, menu untuk melihat statistik ada di Jetpack –> Site Stats. Secara umum akan terlihat seperti gambar di atas apabila kita lihatnya melalui dashboard lamanya WordPress yang bisa diakses melalui alamatblog/wp-admin atau kalo dalam contoh yang dipake di sini aksesnya dari danirachmat.com/wp-admin.

Ringkasan (yang Detail) Dari Angka Statistik

Memahami Statistik Blog WordPress

Memahami Statistik Blog WordPress

Dari grafik di atas, kalo di klik tulisan ringkasan di pojok kanan atas (iya, gue sengaja setting bahasanya pake Bahasa Indonesia karena isi websitenya juga Bahasa Indonesia) kita bisa dapet rincian angka kayak screen capt di atas. Sudah akrab kan?

Paling atas ada angka bulan dan tahun yang nunjukin total pageviews dari tiap bulan di satu tahun. Dalam satu tahun pageviewsnya ditotal di ujung kanan. Buat yang belom pernah pindah dari awal ngeblog pasti kecatet tuh peningkatan tiap tahunnya gimana.

Di bawahnya ada detail rata-rata per hari dari data untuk periode yang sama seperti di atasnya. Jadi kelihatan kan bulan-bulan apa yang kira-kira rame banget pembacanya dan mana yang sepi. Ini bisa dipakai buat bikin strategi ngeblog ke depan. Kapan mau bikin giveaway dan sebagainya.

lebih ke bawah lagi ada detail setiap hari selama beberapa minggu yang dicatet sama WordPress. Detail banget karena sampai perhari. Karena detail itu pulalah, periode yang ditampilkan gak terlalu panjang. Contohnya di bawah ini:

Views harian dalam beberapa minggu

Views harian dalam beberapa minggu

dari views di atas ditampilkan 6 minggu terakhir dari performance blog kita. Kalo ngelihat kayak gini, rasanya jadi semangat ngeblog kan kalau misalkan pengunjung blog kita naik terus tiap minggunya? 😀

Melihat Tampilan Statistik Baru di WordPress.com

Tampilan Baru WordPress.com yang Lebih Bagus

Kalau dulu, lihat statistik di dashboard lama sudah cukup. Sekarang, beberapa informasi detail dipindahkan ke tampilan baru statistik di WordPress.com. Di tampilan barunya, terdapat insight yang memberikan gambaran kapan waktu-waktu paling rame buat blog kita.

insight untuk memahami statistik blog WordPress

insight untuk memahami statistik blog WordPress

Bagian paling awal nunjukin hari-hari di mana gue publish postingan di blog. Kalo dilihat semakin ke sini gue semakin jarang publish postingan. Dibandingkan di bulan November – Desember aja, jumlah postingan terpublish di bulan Juni-Juli sudah jauh menurun. Yayayaya…. Pasti bakalan banyak alesan guenya. Hahaha. Bukan mau bahas itu kaaan. 😀

Coba baca tulisannya Tulisan Blogger Indonesia tentang gak ngeblog tiap hari tapi traffic kenceng ato paling gak stabil inideh.

Di bawahnya ada insight postingan terakhir yang gue publish. Sedih yes, postingan berbahasa Inggris cuman dikit viewsnya. Bahahaha. padahal ngebahas Pokémon Go loh!

Screen Shot 2016-07-17 at 11.30.36 PM

Di bawahnya lagi ada insight lebih general tentang berapa total visitor, views dan jumlah post. Terus di situ juga dikasih tahu hari apa dan jam berapa paling ramenya. Jadi kalo mau publish postingan bisa disesuaikan sama waktu orang paling banyak buka blog kita. 😀

Lengkap kan? Padahal ini belom semua loh!

Views vs Visitors dalam Memahami Statistik blog WordPress

Memahami Statistik Blog WordPress

Memahami Statistik Blog WordPress

Kelihatan kan ya di gambarnya? Ada bagian biru muda dan bagian biru tua. Untuk bagian biru muda, itu nunjukin berapa views blog kita. Berapa banyak blog kita dilihat sama orang. Sementara yang warna biru tua itu berapa visitors blog kita.

Jadi orang bisa aja kan gak cuman baca satu artikel doang. Misalkan setelah baca artikel ini, orang akan baca artikel-artikel lain yang linknya kita masukkan ke dalam artikel kita. Istilahnya internal linking, bagaimana kita bisa kasih link-link artikel yang bersesuaian yang pernah kita tulis.

Jadi internal link menurut gue sih bukan kasih link ke postingan itu sendiri, melainkan kasih link ke postingan lain punya kita asalkan bersesuaian. Tujuannya apa? Ya biar views per visitornya naik. Semakin gede semakin baik.

Misalkan kayak punya gue di atas, views per visitornya kecil, cuma 1.53. Berarti orang yang dateng cuman baca 1.5 artikel yang gue tulis kan? Beda kalo misalkan views per visitornya 3. Berarti satu orang yang dateng baca 3 artikel di blog. Menyenangkan kan kalo blog kita bikin orang betah? *Ihik

Pengunjung Berdasarkan Negara

Nah kalo ini soal demografi pembaca nih. Di statistik WordPress yang tampilan baru ini, ditampilkan juga informasi per negara yang datang mengunjungi blog kita.

Screen Shot 2016-07-17 at 11.31.41 PM

Kece kan ya informasi negara yang datang mengunjungi blog kita? Kalo punya gue ini, ada yang dari Amrik, Malaysia dan bahkan Rusia! hahaha, soale gue suka fetch eh submit link ke Yandex juga. Kan Yandex ini search engine di Rusia sono ya?

Jadi kita bisa tahu pembaca kita dari mana aja. Ada kok detail informasinya kayak gambar di bawah ini:

Screen Shot 2016-07-17 at 11.31.51 PM

Jadi siapa bilang blog berbahasa Indonesia cuman laku di Indonesia doang? Apalagi kalo blognya berbahasa Inggris kan?

Penutup Memahami Statistik Blog WordPress

Jadi-jadi-jadi, gak susah kan memahami statistik blog WordPress? Meskipun banyak banget informasi yang disajikan, sebagai pemilik blog WordPress, gak usah ngerasa overwhelmed. Santai aja Masbro dan Mbaksis. Bisa banget dipahami dengan logika dengan menggunakan petunjuk yang sudah ada di sana.

Dengan memahami statistika blog WordPress yang kita kelola, gak ragu lagi dong jualan ke brand kali-kali ada yang ngajakin kerjasama kan? 😀

8 Response Comments

  • Tips Blogging Indonesia18/07/2016 at 1:40 pm

    Terima kasih masbro atas tipsnya…
    Setuju sama judulnya. Memang harus mengenal dulu cara bacanya biar gak gelagapan pas ditanya brand nanti. *brb, balik kerjain laporan post dulu ya*

    Balas
  • Eva Sri Rahayu30/08/2016 at 12:43 pm

    Jadi makin paham baca statistik. Kalau lagi waras, suka merhatiin statistik. XD
    Makasih, Mas Dani

    Balas
  • Hairi Yanti03/01/2017 at 9:56 pm

    Nah.. Statistik ini yang bikin saya kangen banget ngeblog di WP. Happy aja gitu lihat orang yang nyantol ke blog kita. Kalau di BS statistikny spt stagnan. Tapi mungkin karena blog saya gitu2 doang. Hehehe… Sepertinya kalau hijrah saya mesti pelajari postingan demi postingan Mas Dani di sini. Pertanyaan simpel, Mas. Kalau menjadikan WP jadi TLD aja tiap tahun kita keluar berapa duit?

    Balas
    • Dani Rachmat Kurniawan03/01/2017 at 11:28 pm

      Hihihi. Iya Mbak, statistiknya WP bikin semangat. 😀

      Kalau beli domainnya di WP.com sekitar USD 18 tanpa domain privacy. Sedangkan kalau self hosted ini saya habis sekitar USD 36 dollar dengan space 5x lipat dari WP.com dan keleluasaan setting apapun itu.

      Balas

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like